Microsoft Excel
Microsoft
Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja
spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk
sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur
kalkulasi dan pembuatan grafik. Dengan menggunakan strategi marketing Microsoft
yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer
yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat
ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh
banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh
berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini
merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi
Microsoft Office Excel 2013 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office
System 2013.
Microsoft Office Excel memang
dikenal dengan penggunaan rumus-rumus atau formula dalam lembar kerjanya.
Penggunaan rumus yang efektif akan memberikan kemudahan dalam membuat laporan
pekerjaan dengan menggunakan MS Excel. Formula atau rumus MS Excel adalah
keunggulan tersendiri untuk aplikasi ini, dengan kemampuannya dalam mengolah
data melalui perhitungan matematis yang sangat beragam fungsinya.
1. Operator Matematika Dalam Excel
No
|
Operator
|
Fungsi
|
Contoh
|
1
|
+ (ikon plus)
|
Penjumlahan
|
A1+A2
|
2
|
- (ikon minus)
|
Pengurangan
|
A3-A4
|
3
|
* (ikon bintang)
|
Perkalian
|
A5*A6
|
4
|
/ (ikon garis miring)
|
Pembagian
|
A7/A8
|
5
|
^ (ikon caret)
|
Pangkat
|
A9^2 (angka apapun yang berada di
cell A9 akan dipangkat 2)
|
6
|
% (ikon persen)
|
Prosentase
|
A1*80%
|
2. Rumus Microsoft Excel dan Pembagian Fungsinya
Rumus-rumus/formula
di dalam MS Excel secara garis besarnya dapat disimpulkan menjadi tiga, yaitu Rumus
Matematis, Logika, dan Statistik.
Tanda
(=) sebagai syarat memasukkan rumus, Formula adalah jenis rumus yang akan kita
gunakan, dan tanda kurung adalah tempat memasukkan data cell. Contoh :
=SUM(D2:E2).
Berikut pembagian formula dan
fungsi-fungsinya.
A.
Rumus
Matematik
1) SUM
2) SUBTOTAL
Berfungsi
untuk melakukan penotalan dalam artian bukan sekedar jumlah atau SUM saja, tapi
bisa juga untuk operasi matematika yang lain seperti pengurangan, pembagian,
perkalian, rata-rata (prosentase) dan lain-lain. Contoh :
=SUBTOTAL(FUNGSI;REFRENSI_1;REFRENSI_2) maka akan terlihat seperti
=SUBTOTAL(9;A5;A10). Dengan demikian, rumus ini akan menampilkan hasil total
dari penjumlahan (karena kode 9 dikenal sebagai fungsi SUM dalam Formula
SUBTOTAL) dari cell A5 dan A10. Jika refrensi atau tempat pengambilan data
lebih dari dua, perlu tanda titik koma (;) sebelum menuliskan refrensi lain.
B.
Rumus
Statistik
1) Average
Rumus ini berfungsi untuk menampilkan
nilai rata-rata. Contoh : =AVERAGE(D3:D13). Setelah itu akan muncul nilai
rata-rata dari kolom D3 sampai D13. Biasanya rumus ini digunakan untuk menarik
nilai rata-rata hasil belajar siswa yang nantinya akan ditulis di dalam laporan
belajar atau raport.
2) Count
Menghitung banyaknya data argumen. Untuk
rumus ini biasnya disinkronisasikan dengan Logical test. Contoh
=COUNT(value1;value2)
3) Max
Dengan rumus ini kita dapat mengetahui
jumlah nilai tertinggi/maksimal dalam suatu kumpulan cell. Contoh =MAX(D3:F3),
maka akan menunjukan nilai tertinggi dari sel D3 sampai F3.
4) Min
Sedangkan rumus MIN adalah kebalikan
dari rumus MAX tadi.
C.
Rumus
Logika
1) IF
Berfungsi
untuk memberikan hasil benar jika penjelasan logikanya memang benar, dan
memberi nilai salah jika tidak sesuai dengan logical testnya. Contoh : =IF(F3>=80,"A",IF(F3>=70,"B",IF(F3>=60,"C",IF(F3>=50,"D",IF(F3<50,"E"))))).
Dalam kasus ini, nilai mutu akan memperoleh A apabila nilai komulatif diantara 80-100, akan memperoleh B apabila nilai komulatif diantara 70-80, akan memperoleh C apabila nilai komulatif diantara 60-70, akan memperoleh D apabila nilai komulatif diantara 50-60, dan akan memperoleh E apabila nilai komulatif kurang dari 50.
2) OR
Menghasilkan nilai benar (true) jika
salah satu argumen atau logical test benar. Contoh pada kasus disini yaitu
untuk mengikuti tes seleksi dilihat dari segi pendidikannya:
Maka rumus yang digunakan adalah
=IF(OR(D2="SMU/SMK";D2="D1");"Tes Tahap
1";"Gagal") dan hasilnya akan tampak pada gambar diatas.
3) AND
Menghasilkan nilai benar (true) jika
semua argumen benar. Contoh : =AND(logika1,logika2)
Ketiga fungsi logika ini dapat kita
gabungkan untuk memberi hasil analisa yang sesuai dengan apa yang dikehendaki.
4) Left,
Mid dan Right
• Fungsi
Left
Digunakan untuk mengambil bagian dari
suatu kata/ kalimat dalahm sebuah seldari posisi kiri sebanyak n huruf.
• Fungsi
Mid
Digunakan untuk mengambil bagian dari
suatu kata/ kalimat dalahm sebuah sel dari posisi tengah sebanyak n huruf.
• Fungsi
Right
Digunakan untuk mengambil bagian dari
suatu kata/ kalimat dalahm sebuah seldari posisi kiri sebanyak n huruf.
Sintaks : “=LEFT(sel,n)” kiri
“=MID(sel,m,n)”
tengah
“=RIGHT(sel,n)”
kanan
Contoh:
a. Untuk
no 1 pada nama Azmi Rozabi dalam pengambilan nama depan maka ketik rumus:
=LEFT(C2;4) sedangkan nama belakangnya rumus: =RIGHT(C2;6)
b. Untuk
no 2 dengan nama Ade Rahmat Nurhidayat, karena ia memiliki nama tengah yaitu
gunakan rumus: =MID(C3;5;6)
c. Sehingga
dalam hal ini kata kunci dari pengambilan nama yaitu left, mid dan right dengan
menambahkan alamat sel dengan jumlah huruf yang akan kita ambil.

3. Hlookup Vlookup
A. VLOOKUP
Fungsi
Vlookup digunakan untuk mencari nilai berdasarkan pembacaan pada tabel referensi yang ditentukan berdasarkan no
kolom (data tersusun secara vertikal).
Bentuk
Penulisan
=VLOOKUP(Kriteria;Tabel_Rujukan;No_Kolom_Tabel_Rujukan;Rangelookup)
B. HLOOKUP
Fungsi
Hlookup digunakan untuk mencari nilai berdasarkan pembacaan pada tabel
referensi
yang ditentukan berdasarkan no baris (data tersusun secara horizontal).
=HLOOKUP(Kriteria;Tabel_Rujukan;No_Baris_Tabel_Rujukan;Rangelookup)
4. Contoh fungsi if + or
5. Contoh fungsi AND
6. Contoh fungsi not
7. Pivot Tabel
Pivot Table adalah
fitur pada Excel yang memudahkan untuk melihat ringkasan data berupa tabel
interaktif, padat informasi dan dapat dilengkapi dengan chart.
Hasil analisa dari PivotTable biasanya menjadi dasar laporan manajemen.
Adapun cara membuat pivot table yaitu membuka contoh
sheet transaksi

Kemudian Pilih range dataA1:F43680. Atau juga dapat menempatkan kursor pada salah satu cell yang berisi data dan kemudian menekan tombol CTRL + SHIFT + *.Pada ribbon, klik tabInsert dan pilih menu PivotTable | Insert PivotTable.

Kemudian akan muncul dialog, pilih New
Worksheet, klik tombol OK.
Suatu kotak PivotTable (PivotTable Box) akan muncul pada sheet baru. Pada kotak tersebut terdapat panel daftar field (PivotTable Field List) pada posisi sebelah kanan worksheet. Adapun Gambar di bawah ini memperlihatkan tampilan PivotTable dengan enam heading field yang berasal dari range data yang di pilih sebelumnya.
Pada bagian bawah panel terdapat empat kotak area yang bisa masukkan field-field yang terdapat pada field list. Adapun Fungsi dari keempat kotak tersebut adalah sebagai berikut:
Suatu kotak PivotTable (PivotTable Box) akan muncul pada sheet baru. Pada kotak tersebut terdapat panel daftar field (PivotTable Field List) pada posisi sebelah kanan worksheet. Adapun Gambar di bawah ini memperlihatkan tampilan PivotTable dengan enam heading field yang berasal dari range data yang di pilih sebelumnya.
Pada bagian bawah panel terdapat empat kotak area yang bisa masukkan field-field yang terdapat pada field list. Adapun Fungsi dari keempat kotak tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Report Filter : pada kotak ini field akan digunakan sebagai filter
yang mempengaruhi hasil data pada PivotTable.
2.
Column Labels : isi data dari field akan ditempatkan pada bagian kolom
sesuai urutan.
3.
Row Labels : isi data dari field akan ditempatkan pada
bagian baris sesuai urutan.
4.
Values : nilai field yang terdapat pada kotak ini akan
ditampilkan sebagai perhitungan summary dari count, sum,
average, dan lain-lain.
Kemudian disusun penempatan kombinasi field
sebagai berikut:
1. Field nama_kategori ditempatkan
pada kotak Column Labels.
2. Field nama_cabang ditempatkan pada kotak
Row Labels.
3. Field jumlah_unit ditempatkan pada kotak
Values.
Perhatikan
pada saat ditempatkan di kotak Values, nama field jumlah_unit akan berubah menjadi Sum of
jumlah_unit. Ini menunjukkan bahwa field adalahmenggunakan tipe
perhitungan sum (penjumlahan) dari fieldjumlah_unit.
Dari gambar tersebut kita dapat melihat dengan mudah laporan dari tiap kategori produk pada tiap cabang.
Dari gambar tersebut kita dapat melihat dengan mudah laporan dari tiap kategori produk pada tiap cabang.
Adapun untuk menambahkan kembali field
yaitu dengan menambahkan kembali field jumlah unit ke kotak value. Maka akan
muncul field baru dengan nama sum of jumlah unit2.

Field baru ini memiliki hasil yang sama dengan field sebelumnya. Tentunya bukan ini yang kita inginkan.
Maka kembali ke area Values, klik tombol panah bawah pada fieldSum of jumlah_unit2. Pilih menuValue Field Settings.
Kemudian pada dialog yang muncul rubah Sum menjadi Count. Perhatikan nama field akan berubah menjadi Count of jumlah_unit2.
Kemudian klik tombol OK.Pada
area PivotTable, didapatkan dua summary yang berbeda, yaitu:
1.
Nilai total unit penjualan (sum).



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar